Showing posts with label material handling. Show all posts
Showing posts with label material handling. Show all posts

Material Handling Yang Baik dan Efisien

0 comments

Suatu sistem dari material handling yang baik dan efisien akan memberikan keuntungan-keuntungan atau sumbangan kepada pabrik secara efektif dengan cara sebagai berikut.
1. Biaya handling menjadi lebih murah dan lebih mudah dilaksanakan. Sudah jelas bahwa perbaikan dalam metode material handling akan mengurarngi biaya karena barang-barang atau bahan-bahan dapat bergerak lebih cepat. Selain itu tenaga kerja yang digunakan lebih sedikit.
2. Hasil yang dapat ditampung oleh pabrik lebih banyak. Dengan menggunakan ruang lebih efektif terutama overhead space seperti penggunaan ban berjalan, maka akan lebih banyak barang-barang yang dapat diproduksi atau peningkatan dari kapasitas bangunan.
3. Berkurangnya waktu yang tidak produtif. Bila barang-barnag bergerak atau mengalir dengan lancer, maka waktu menganggurnya mesin-mesin dan tenaga kerja dapat dihindarkan.
4. Mempertinggi keselamatan kerja, serta mencegah kerusakan dari barang-barang yang dihasilkan.
5. Menaikkan semangat para pekerja, karena dapat dikurangi kelelahan para pekerja sebab dipergunakannya alat-alat handling seperti ban berjalan (conveyor) atau kereta dorong.
6. Memperbaiki hubungan kerja (labor relation), karena dengan dipergunakannya mesin-mesin handling akan memberikan kesenangan kepada para pekerja dan ini merupakan salah satu aspek psikologis.
7. Mengurangi biaya per unit produk yang dapat disebabkan oleh salah satu atu kombinasi dari keenam cara tersebut diatas.

Seperti telah dikatakan bahwa kita harus melihat kemungkinan-kemungkinan untuk mengurangi pemborosan dalam biaya material handling. Cara mengurangi pemborosan tersebut adalah dengan memperhatikan prinsip-prinsip efisiensi. Sebagaimana kita ketahui bahwa biaya-baiaya yang harus dikeluarkan bagi pekerja-pekerja adalah sangat tinggi. Oleh karena itu tidak akan efektif dan efisien apabila sebagan besar waktu kerja para pekerja dihabiskan untuk melaksanakan kegiatan material handling saja. Biaya-biaya ini sebagian besar dapat dikurangi dengan jalan mempekerjakan tenaga-tenaga kerja yang kurang ahli untuk melaksanakan material handling menggunakan peralatan untuk membantu para pekerja dalam melaksanakan kegiatan material handling tersebut.

Prinsip efisiensi sangat penting untuk diperhatikan dalam aktivitas material handling. Sebagai contoh, apabila bahan-bahan atau barang-barang hendak dipindahkan maka cara terbaik dan lebih efisien adalah jika bahan-bahan atau barang-barang tersebut tidak dipindahkan dengan tangan tetapi dengan alat pengangkut, misalnya dengan menggunakan tenaga angina, ban berjalan dan tenaga air untuk memindahkan barang-barang atau bahan-bahan dan untuk membuang sampah secara otomatis ke dalam tempat sampah.

Sebelum material handling diterapkan, perlu dilakukan pengkoordinasian terutama dalam penelaahan atau penyelidikan aspek-aspek produksi yang menyangkut kegiatan material handling, sperti:
1. Produk design, dimana produk yang direncanakan haruslah dibuat sedemikian rupa sehingga mudah diangkut atau dipindahkan.
2. Plant layout, dimana bagian-bagian dan peralatan haruslah diatur supaya pemindahan bahan/barang dalam proses dapat berjalan dengan lancer, sehingga dapat mengurangi saktu pengerjaan dan waktu material handling. Plant layout dan material handling seharusnya berjalan bersamaan, di mana tentunya suatu layout yang direncanakan dan dibuat dengan baik akan mencegah kemacetan-kemacetan dalam aliran atau pergerakan bahan-bahan dalam proses.
3. Production planning, di mana urutan-urutan proses produksi haruslah diatur sedemikian rupa sehingga pemindahan bahan-bahannya mudah dilaksanakan.
4. Pengepakan (packaging) harus memperhatikan agar handlingnya dapat dilakukan dengan mudah, dimana pembungkusan harus dibuat dengan baik dan kuat.
Read On

PENGENDALIAN BAHAN (MATERIAL HANDLING)

0 comments

Masalah yang menonjol di dalam layout fungsipnal adalah bagaimana mengangkut barang-barang di dalam proses produksi dari sati bagian ke bagian yang lain sehingga proses produksi tidak terganggu akibat terlambatnya barang-barang atau bahan-bahan yang akan diproses di suatu bagian tertentu. Masalah ini merupakan masalah material handling atau pengendalian material. Material handling adalah suatu seni dan ilmu untuk memindahkan, membungkus, dan menyimpan bahan-bahan dalam segala bentuk (B.K. Hedge, 1972)

Tujuan dari pemindahan bahan adalah mencapai pemndahan bahan-bahan yang tertib teratur dengan memenuhi syarat-syarat yang telah disebut di muka, dan yang lebih penting lagi adalah bahwa tujuan tersebut dapat dicapai dengan biaya yang rendah.

Penurunan biaya material handling dapat diusahakan dengan cara:

1. Pengurangan jumlah dan jarak pengangkutan. Hal ini dapat ditempuh dengan mengadakan perubahan terhadap layout.

2. Pengurangan waktu yang dibuthkan di dalam pengangkutan bahan. Hal ini dapat dicapai dengan mengurangi atau menghilangkan sama sekali waktu-waktu menunggu (waiting time). Dengan melakukan penghematan terhadapwaktu maka akan terdapat penghematan berbagai macam biaya disampung itu jadwak waktupun dapat dipercepat. Penghematan waktu berarti pula pemanfaatan alat-alat material handling secara lebih efektif.

3. Pemilihan alat pengangkutan bahan yang tepat Alat-alat pengangkutan bahan harus dipilih agar biaya operasional dan biaya modalnya minimum, terdapat keluwesan yang tinggi dalam pengangkutan bahan-bahan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi, dan sebagainya.

Alat-alat material handling ada beberapa macam antara lain:

1. Bagi pabrik yang masih memiliki ruangan –ruangan yang cukup lebar maka dapat dipergunakan:

a) Prahoto

b) Traktor

c) Lori-lori kecil

d) Truk pengangkut (fork lift truck)

2. Bagi pabrik yang memiliki ruangan-ruangan yang terbatas dapat menggunakan:

a) Ban berjalan (conveyors)

b) Elevator (lift)

c) Derek (cranes)

Pada banyak perusahaan biasanya para pekerja sendiri yang mengangkut bahan-bahan yang diprosesnya dari satu tempat ke tempat lain sehingga hal ini mempengaruhi produktivitas kerja mereka, waktu untuk melayani mesin berkurang, mengakibatkan kelelahan dan sebagainya. Oleh karena itu seyogyanya material handling dalam pabrik perlu dipikirkan lebih lanjut, misalnya dengan penyediaan peralatan materials handling secukupnya sehingga tidak mengganggu kelancaran proses produksi.

PERENCANAAN PENGENDALIAN BAHAN

Di dalam perencanaan materials handling beberapa unsure perlu diperhatikan:

Produk, macam/jenisnya: berat, ringan, cair, padat, kecil, dan seterusnya. Ini menentukan sekaligus pemilihan alatalat material handling.

Dari mana ke mana bahan dipindah-pindahkan: relative dekat, atau jauh.

Keadaan ruangan: cukup luas/sempit: atap: tinggi/rendah.

Bentuk gedung: datar, bertingkat.

Dana yang tersedia untuk pembelian/penyewaan alat-alat material handling. Perlu pengambilan keputusan ekonomis investasi pada aktiva tetap: kegunaannya, penghematan jangka pangjang yang diakibatkan oleh penggunaan fasilitas tersebut. Perlu dipertimbangkan pula kemungkinan-kemungkinan perkembangan baru penggunaan alat-alat material handling, putusan penggantian, dan lain-lain.

ORGANISASI PENGENDALISN BAHAN

Urusan pengendalian bahan seyogyanya dispesialisasikan; paling tidak di bawah bagian produksi, atau teknik atau kogistik. Seperti halnya di PT. Semen Gresik, alat-alat besar ada di bawah bagian teknik, diproyek Karangkates ada di bawah bagian logistic. Seksi material handling merupakan seksi yang melayani kebutuhan bagian lainnya, terutama bagian produksi sehingga dapat meminimumkan biaya. Ini harus mendasarkan aktivitasnya pada apa yang disebut dasar UNIT LOADS, yaitu makin banyak satuan barang/beratnya barang yang dipindahkan dalam suatu kegiatan pengendalian bahan, makin rendahlah biaya tiap satuan/tiaap satuan berat dan makin pendeklah waktu yang diperlukan untuk memindahkan suatu volume tertentu.

MACAM-MACAM ALAT PENGENDALIAN BAHAN

Berbagai alat pengendalian bahan berbeda dalam harga, keuntungan dan kelemahan. Pimpinan tinggal memilih alat mana yang akan dipakai dalam perusahaannya dan ini merupakan putusan mengadakan investasi pada aktiva tetap. Criteria mengadakan investasi (dengan metode nilai sekarang dan hasil kembali investasi) dalam hal ini perlu diterapkan. Bagaimanapun, investasi pada alat pengendali bahan relative mahal. Perlu pertimbangan masak-masak demi efisiensi sekarang dan masa depan.

Read On