Showing posts with label manajemen produksi. Show all posts
Showing posts with label manajemen produksi. Show all posts

Break Even Point

0 comments

Analisis biaya-volume-laba atau analisis impas (break even analysis) adalah suatu pemeriksaan bagaimana jumlah pendapatan dan biaya beruah seiring dengan perubahan volume penjualan.

Asumsi yang mendasari Analisis Biaya-Volume-Laba;

  1. Semua biaya diklasifikasikan sebagai biaya variable ataupun biaya tetap.
  2. Fungsi jumlah biaya adalah linear dalam kisaran relevan
  3. Fungsi jumlah pendapatan adalah linier dalam kisaran relevan
  4. Analisisnya untuk sebuah produk, atau bauran penjualan dari bermacam-macam produk adalah konstan dalam kisaran relevan.
  5. Hanya terdapat satu pemicu biaya; volume unit produk atau rupiah penjualan
  6. Dalam perusahaan pabrikasi, tingkat persediaan awal dan akhir periode adalah sama.
Untuk lebih lengkap, download artikelnya di sini
Read On

AUTOMATION (OTOMATISASI)

1 comments

Bila kita berbicara mengenai automation, maka banyak orang yang berfikir tentang pemindahan secara mekanis bahan-bahan atau barang-barang dari suatu mesin ke mesin yang lain. Walaupun ini merupakan sebagian dari automation, tetapi prinsip ini belumlah lengkap, karena ini merupakan mekanisasi dalam pemindahan yang menggunakan transfer machines.

Automation adalah perkataan yang berasal dari Delmar. S. Harder dari Ford Motor Company untuk menyatakan suatu perpindahan yang otomatis dan terarah sifatnya dari kegiatan yang satu ke kegiatan yang lain berikutnya. Adapun inti dari konsep automation adalah adanya prinsip umpan balik (feed back), yaitu kemampuan daripada mesin untuk merasa, mengetahui dan membutuhkan kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan pada waktu hal itu terjadi. Prinsip inilah yang membedakan antara mechanization dengan automation.

Jadi dari keterangan di atas dapatlah diketahui bahwa automation sebenarnya menggambarkan pemindahan bahan dalam proses atau parts dari satu mesin ke mesin berikutnya secara otomatis yang bersifat selektif di mana ada sistem feed back. Misalnya mesin B yang sebenarnya dapat meneruskan bahan dalam proses atau part ke mesin C yang berikutnya, akan tetapi apabila terdapat kesalahan maka secara otomatis bahan atau

part tersebut disisihkan atau diapkir dan tidak diteruskan ke mesin C. Prinsip/sistem feed back dalam automation seperti telah dikatakan membuat mesin tersebut dapat merasakan, menemukan dan mengoreksi kesalahan-kesalahan yang timbul pada waktu barang-barang diproses atau dibuat pada mesin itu. Alat feed back ini dipasang pada mesin-mesin yang mekanis sehingga mesin tersebut mengetahui adanya kesalahan dan apa kesalahan yang ada tersebut.

Kesalah pahaman yang timbul mengenai penggunaan automation

Terdapat banyak pengertian yang salah mengenai automation, antara lain:

  1. Adanya keluhan dari para usahawan (businessman) bahwa automation membutuhkan investasi yang cukup besar sehingga biaya produksi menjadi sangat mahal. Dilihat dari harga mesin-mesin ini secara relatif memang benar, akan tetapi dengan mesin-mesin yang otomatis tersebut dapat dihasilkan produk dalam jumlah yang cukup besar, sehingga biaya per unit dalam jangka panjang menjadi lebih murah. Dengan biaya per unit lebih rendah, maka ini berarti menempatkan perusahaan pada suatu tingkat persaingan yang lebih baik. Mekanisasi dan automation harus tetap digunakan oleh perusahaan-perusahaan/industri, karena melalui mekanisasi dan automation ini perusahaan/industri tersebut dapat mempertahankan tingkat persaingan/kompetisi dan tingkat efisiensinya.
  2. Terdapatnya pendapat yang mengatakan bahwa dengan adanya automation maka akan menimbulkan pengangguran yang hebat karena setiap perbaikan/kemajuan teknologi akan mengurangi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan tertentu, sehingga banyak buruh yang dipecat. Pendapat ini sebenarnya tidak benar, karena penggunaan automation dilakukan di dalam kegiatan-kegiatan di mana para pekerja sendiri tidak mampu mengerjakannya. Jadi dalam hal ini automation digunakan sebagai pengganti manusia di mana manusia tidak sanggup. Disamping itu dengan adanya automation terdapat banyak lapangan pekerjaan baru yang muncul, sehingga ada pertambahan tenaga kerja yang cukup besar akibat adanya automation.
  3. adanya keluhan bahwa biaya perawatan (maintenance) dari mesin-mesin yang otomatis sangat mahal, karena untuk kegiatan maintenance di samping dibutuhkan tenaga-tenaga ahli dan peralatan lengkap, juga harus dilakukan secara teratur yang bersifat prefentive. Walaupun secara keseluruhan pernyataan tersebut benar, tetapi dari pengalaman ternyata dengan jumlah yang besar, maka biaya maintenance per unit produk menjadi lebih rendah.
  4. pendapat yang menyatakan bahwa automation akan menimbulkan “excess capacity” yang dapat mengakibatkan keadaan depresi. Pendapat ini sebenarnya tidak benar, karena para pengusaha akan memprodusir suatu barang apabiila barang tersebut dapat terjual atau akan dibeli oleh konsumen. Oleh karena itu ia tidak akan memproduksi suatu berang dalam jumlah yang besar apabila tidak dapat terjual. Untuk mengatasi hal ini maka biasanya para pengusaha memproduksi barang dengan menggunakan perencanaan yang didasarkan atas peramalan penjualan.
  5. terdapatnya keluhan yang menyatakan bahwa automation dapat menyebabkan turunnya semangat kerja para pekerja, karena pekerjaan yang dilakukan menjemukan (monotonous). Keluhan ini sebenarnya tidak benar, karena mesin-mesin yang otomatis memberikan lapangan pekerjaan yang baru dan pekerjaan-pekerjaan routine sudah digantikan dan dilakukan oleh mesin. Dalam hal ini pekerjaan-pekerjaan yang dihadapi para pekerja/karyawan sebagian besar hanya merupakan pekerjaan-pekerjaan melayani instrument/mesin-mesin, sehingga automation memberikan kemungkinan bagi karyawan untuk mendapatkan banyak waktu luang (istirahat) untuk menikmati hasil-hasil pekerjaannya.

Kebaikan atau dampak automation bagi masyarakat atau konsumen pada umumnya adalah:

  1. dengan adanya automation, maka kualitas produk menjadi lebih baik, karena unsur-unsur kesalahan dan kekeliruan yang dilakukan oleh manusia pada waktu memproduksi dan pemeriksaan/inspeksi, sudah tidak terdapat lagi dalam proses produksi.
  2. automation akan mengurangi pemborosan dan menekan biaya-biaya pengulangan atas pekerjaan-pekerjaan yang salah, karena telah dikuranginya pengaruh para pekerja terhadap produksi yang dihasilkan.
  3. automation memungkinkan dihasilkannya produk yang hampir uniform dan dalam jumlah yang sangat besar, karena sudah distandarisasi.
  4. automation dapat mengurangi biaya produksi per unit produk yang dihasilkan karena dapat dihasilkannya produk dalam jumlah/volume yang sangat besar.
  5. automation mempertinggi efisiensi produk dan memperbesar kapasitas produksi, sehingga tingkat kehidupan masyarakat tersebut dapat dengan senang/mudah menikmati banyaknya barang-barang yang dihasilkan.
  6. automation memberikan waktu luang (istirahat) dan rekreasi para pekerja lebih banyak untuk menikmati hasil-hasil pekerjaannya, sehingga memberikan kepuasan bekerja dan meningkatkan moral serta menambah kebahagiaan para pekerja/karyawan.

Pengaruh Automation Terhadap Manajemen

Bagaimanapun juga automation akan menimbulkan masalah-masalah atau kesukaran-kesukaran tertentu bagi manajemen, antara lain:

  1. jika manajemen hendak menggunakan mesin-mesin otomatis, maka manajemen harus yakin dan dapat memastikan adanya suatu pasar yang cukup luas bagi produk yang dihasilkannya, untuk dapat menampung dan menutupi kembali biaya-biaya yang telah dikeluarkan untuk perencanaan, pembuatan dan pemasangan dari mesin-mesin. Hal itu perlu diperhatikan karena harga atau investasi dari mesin ini sangat mahal.
  2. automation bersifat tidak fleksibel, sehingga tindakan yang diambil tidak dapat diubah tanpa menderita kerugian yang besar dan adanya kesalahan-kesalahan yang kecil akan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Oleh karena itu setiap usaha yang diambil oleh manajemen untuk membuat suatu pabrik yang otomatis sebaiknya harus didahului dengan mengadakan penyelidikan (research), perencanaan dan analisis yang diteliti, hati-hati dan cermat agar tidak terjadi kegagalan.
  3. automation membutuhkan tenaga-tenaga yang mempunyai techincal skill maupun managerial skill, karena tanpa adanya kemampuan untuk menjalankanya dapat mengakibatkan kerugian yang besar.

Dari uraian di atas dapatlah kita ketahui bahwa penggunaan automation memerlukan ketelitian, ketepatan dan kecermatan dalam penyelidikan, perencanaan dan analisis serta tingkat kemampuan manajemen yang jauh lebih tinggi di samping tingkat kemampuan teknis, karena keadaan peralatan dan persoalan-persoalan yang dihadapai lebih rumit serta resiko yang dapat ditimbulkan lebih besar. Oleh karena itu, maka dalam penggunaan automation ini perlu diperhatikan oleh perusahaan:

  1. manajer harus dapat yakin bahwa perusahaannya akan dapat menghasilkan produk dalam jumlah besar
  2. aliran bahan (material flow) dapat dijamin lancar, dengan dapat tersedianya bahan-bahan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan baik dalam jumlah maupun kualitasnya
  3. adanya persediaan bahan-bahan dalam proses yang jauh lebih rendah dari continous manufacturing.
  4. dapat dilakukannya kegiatan preventif maintenance, karena mesin-mesin yang otomatis dan mekanisasinya tinggi memerlukan perawatan (maintenance) yang preventif. Apabila perusahaan tidak dapat melakukan preventif maintenance, maka jika terjadi kerusakan pada mesin-mesin tersebut akan mengakibatkan kerugian yang besar sekali, karena:
    1. besarnya kapasitas produksi dari mesin-mesin yang hilang
    2. besarnya biaya tenaga kerja yang harus ditanggung akibat banyaknya tenaga kerja yang menganggur, sehingga besarnya kapasitas tenaga kerja yang hilang
    3. biaya perbaikan yang sangat mahal apabila mesin-mesin seperti ini mengalami kerusakan terlalu berat.
Read On

PENGENDALIAN BAHAN (MATERIAL HANDLING)

0 comments

Masalah yang menonjol di dalam layout fungsipnal adalah bagaimana mengangkut barang-barang di dalam proses produksi dari sati bagian ke bagian yang lain sehingga proses produksi tidak terganggu akibat terlambatnya barang-barang atau bahan-bahan yang akan diproses di suatu bagian tertentu. Masalah ini merupakan masalah material handling atau pengendalian material. Material handling adalah suatu seni dan ilmu untuk memindahkan, membungkus, dan menyimpan bahan-bahan dalam segala bentuk (B.K. Hedge, 1972)

Tujuan dari pemindahan bahan adalah mencapai pemndahan bahan-bahan yang tertib teratur dengan memenuhi syarat-syarat yang telah disebut di muka, dan yang lebih penting lagi adalah bahwa tujuan tersebut dapat dicapai dengan biaya yang rendah.

Penurunan biaya material handling dapat diusahakan dengan cara:

1. Pengurangan jumlah dan jarak pengangkutan. Hal ini dapat ditempuh dengan mengadakan perubahan terhadap layout.

2. Pengurangan waktu yang dibuthkan di dalam pengangkutan bahan. Hal ini dapat dicapai dengan mengurangi atau menghilangkan sama sekali waktu-waktu menunggu (waiting time). Dengan melakukan penghematan terhadapwaktu maka akan terdapat penghematan berbagai macam biaya disampung itu jadwak waktupun dapat dipercepat. Penghematan waktu berarti pula pemanfaatan alat-alat material handling secara lebih efektif.

3. Pemilihan alat pengangkutan bahan yang tepat Alat-alat pengangkutan bahan harus dipilih agar biaya operasional dan biaya modalnya minimum, terdapat keluwesan yang tinggi dalam pengangkutan bahan-bahan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi, dan sebagainya.

Alat-alat material handling ada beberapa macam antara lain:

1. Bagi pabrik yang masih memiliki ruangan –ruangan yang cukup lebar maka dapat dipergunakan:

a) Prahoto

b) Traktor

c) Lori-lori kecil

d) Truk pengangkut (fork lift truck)

2. Bagi pabrik yang memiliki ruangan-ruangan yang terbatas dapat menggunakan:

a) Ban berjalan (conveyors)

b) Elevator (lift)

c) Derek (cranes)

Pada banyak perusahaan biasanya para pekerja sendiri yang mengangkut bahan-bahan yang diprosesnya dari satu tempat ke tempat lain sehingga hal ini mempengaruhi produktivitas kerja mereka, waktu untuk melayani mesin berkurang, mengakibatkan kelelahan dan sebagainya. Oleh karena itu seyogyanya material handling dalam pabrik perlu dipikirkan lebih lanjut, misalnya dengan penyediaan peralatan materials handling secukupnya sehingga tidak mengganggu kelancaran proses produksi.

PERENCANAAN PENGENDALIAN BAHAN

Di dalam perencanaan materials handling beberapa unsure perlu diperhatikan:

Produk, macam/jenisnya: berat, ringan, cair, padat, kecil, dan seterusnya. Ini menentukan sekaligus pemilihan alatalat material handling.

Dari mana ke mana bahan dipindah-pindahkan: relative dekat, atau jauh.

Keadaan ruangan: cukup luas/sempit: atap: tinggi/rendah.

Bentuk gedung: datar, bertingkat.

Dana yang tersedia untuk pembelian/penyewaan alat-alat material handling. Perlu pengambilan keputusan ekonomis investasi pada aktiva tetap: kegunaannya, penghematan jangka pangjang yang diakibatkan oleh penggunaan fasilitas tersebut. Perlu dipertimbangkan pula kemungkinan-kemungkinan perkembangan baru penggunaan alat-alat material handling, putusan penggantian, dan lain-lain.

ORGANISASI PENGENDALISN BAHAN

Urusan pengendalian bahan seyogyanya dispesialisasikan; paling tidak di bawah bagian produksi, atau teknik atau kogistik. Seperti halnya di PT. Semen Gresik, alat-alat besar ada di bawah bagian teknik, diproyek Karangkates ada di bawah bagian logistic. Seksi material handling merupakan seksi yang melayani kebutuhan bagian lainnya, terutama bagian produksi sehingga dapat meminimumkan biaya. Ini harus mendasarkan aktivitasnya pada apa yang disebut dasar UNIT LOADS, yaitu makin banyak satuan barang/beratnya barang yang dipindahkan dalam suatu kegiatan pengendalian bahan, makin rendahlah biaya tiap satuan/tiaap satuan berat dan makin pendeklah waktu yang diperlukan untuk memindahkan suatu volume tertentu.

MACAM-MACAM ALAT PENGENDALIAN BAHAN

Berbagai alat pengendalian bahan berbeda dalam harga, keuntungan dan kelemahan. Pimpinan tinggal memilih alat mana yang akan dipakai dalam perusahaannya dan ini merupakan putusan mengadakan investasi pada aktiva tetap. Criteria mengadakan investasi (dengan metode nilai sekarang dan hasil kembali investasi) dalam hal ini perlu diterapkan. Bagaimanapun, investasi pada alat pengendali bahan relative mahal. Perlu pertimbangan masak-masak demi efisiensi sekarang dan masa depan.

Read On