|
Showing posts with label manajemen produksi. Show all posts
Showing posts with label manajemen produksi. Show all posts
Break Even Point0 commentsAnalisis biaya-volume-laba atau analisis impas (break even analysis) adalah suatu pemeriksaan bagaimana jumlah pendapatan dan biaya beruah seiring dengan perubahan volume penjualan. Asumsi yang mendasari Analisis Biaya-Volume-Laba;
AUTOMATION (OTOMATISASI)1 commentsBila kita berbicara mengenai automation, maka banyak orang yang berfikir tentang pemindahan secara mekanis bahan-bahan atau barang-barang dari suatu mesin ke mesin yang lain. Walaupun ini merupakan sebagian dari automation, tetapi prinsip ini belumlah lengkap, karena ini merupakan mekanisasi dalam pemindahan yang menggunakan transfer machines. Automation adalah perkataan yang berasal dari Delmar. S. Harder dari Ford Motor Company untuk menyatakan suatu perpindahan yang otomatis dan terarah sifatnya dari kegiatan yang satu ke kegiatan yang lain berikutnya. Adapun inti dari konsep automation adalah adanya prinsip umpan balik (feed back), yaitu kemampuan daripada mesin untuk merasa, mengetahui dan membutuhkan kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan pada waktu hal itu terjadi. Prinsip inilah yang membedakan antara mechanization dengan automation. Jadi dari keterangan di atas dapatlah diketahui bahwa automation sebenarnya menggambarkan pemindahan bahan dalam proses atau parts dari satu mesin ke mesin berikutnya secara otomatis yang bersifat selektif di mana ada sistem feed back. Misalnya mesin B yang sebenarnya dapat meneruskan bahan dalam proses atau part ke mesin C yang berikutnya, akan tetapi apabila terdapat kesalahan maka secara otomatis bahan atau part tersebut disisihkan atau diapkir dan tidak diteruskan ke mesin C. Prinsip/sistem feed back dalam automation seperti telah dikatakan membuat mesin tersebut dapat merasakan, menemukan dan mengoreksi kesalahan-kesalahan yang timbul pada waktu barang-barang diproses atau dibuat pada mesin itu. Alat feed back ini dipasang pada mesin-mesin yang mekanis sehingga mesin tersebut mengetahui adanya kesalahan dan apa kesalahan yang ada tersebut. Kesalah pahaman yang timbul mengenai penggunaan automation Terdapat banyak pengertian yang salah mengenai automation, antara lain:
Kebaikan atau dampak automation bagi masyarakat atau konsumen pada umumnya adalah:
Pengaruh Automation Terhadap Manajemen Bagaimanapun juga automation akan menimbulkan masalah-masalah atau kesukaran-kesukaran tertentu bagi manajemen, antara lain:
Dari uraian di atas dapatlah kita ketahui bahwa penggunaan automation memerlukan ketelitian, ketepatan dan kecermatan dalam penyelidikan, perencanaan dan analisis serta tingkat kemampuan manajemen yang jauh lebih tinggi di samping tingkat kemampuan teknis, karena keadaan peralatan dan persoalan-persoalan yang dihadapai lebih rumit serta resiko yang dapat ditimbulkan lebih besar. Oleh karena itu, maka dalam penggunaan automation ini perlu diperhatikan oleh perusahaan:
PENGENDALIAN BAHAN (MATERIAL HANDLING)0 commentsMasalah yang menonjol di dalam layout fungsipnal adalah bagaimana mengangkut barang-barang di dalam proses produksi dari sati bagian ke bagian yang lain sehingga proses produksi tidak terganggu akibat terlambatnya barang-barang atau bahan-bahan yang akan diproses di suatu bagian tertentu. Masalah ini merupakan masalah material handling atau pengendalian material. Material handling adalah suatu seni dan ilmu untuk memindahkan, membungkus, dan menyimpan bahan-bahan dalam segala bentuk (B.K. Hedge, 1972) Tujuan dari pemindahan bahan adalah mencapai pemndahan bahan-bahan yang tertib teratur dengan memenuhi syarat-syarat yang telah disebut di muka, dan yang lebih penting lagi adalah bahwa tujuan tersebut dapat dicapai dengan biaya yang rendah. Penurunan biaya material handling dapat diusahakan dengan cara: 1. Pengurangan jumlah dan jarak pengangkutan. Hal ini dapat ditempuh dengan mengadakan perubahan terhadap layout. 2. Pengurangan waktu yang dibuthkan di dalam pengangkutan bahan. Hal ini dapat dicapai dengan mengurangi atau menghilangkan sama sekali waktu-waktu menunggu (waiting time). Dengan melakukan penghematan terhadapwaktu maka akan terdapat penghematan berbagai macam biaya disampung itu jadwak waktupun dapat dipercepat. Penghematan waktu berarti pula pemanfaatan alat-alat material handling secara lebih efektif. 3. Pemilihan alat pengangkutan bahan yang tepat Alat-alat pengangkutan bahan harus dipilih agar biaya operasional dan biaya modalnya minimum, terdapat keluwesan yang tinggi dalam pengangkutan bahan-bahan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi, dan sebagainya. Alat-alat material handling ada beberapa macam antara lain: 1. Bagi pabrik yang masih memiliki ruangan –ruangan yang cukup lebar maka dapat dipergunakan: a) Prahoto b) Traktor c) Lori-lori kecil d) Truk pengangkut (fork lift truck) 2. Bagi pabrik yang memiliki ruangan-ruangan yang terbatas dapat menggunakan: a) Ban berjalan (conveyors) b) Elevator (lift) c) Derek (cranes) Pada banyak perusahaan biasanya para pekerja sendiri yang mengangkut bahan-bahan yang diprosesnya dari satu tempat ke tempat lain sehingga hal ini mempengaruhi produktivitas kerja mereka, waktu untuk melayani mesin berkurang, mengakibatkan kelelahan dan sebagainya. Oleh karena itu seyogyanya material handling dalam pabrik perlu dipikirkan lebih lanjut, misalnya dengan penyediaan peralatan materials handling secukupnya sehingga tidak mengganggu kelancaran proses produksi.
PERENCANAAN PENGENDALIAN BAHAN Di dalam perencanaan materials handling beberapa unsure perlu diperhatikan: Produk, macam/jenisnya: berat, ringan, cair, padat, kecil, dan seterusnya. Ini menentukan sekaligus pemilihan alatalat material handling. Dari mana ke mana bahan dipindah-pindahkan: relative dekat, atau jauh. Keadaan ruangan: cukup luas/sempit: atap: tinggi/rendah. Bentuk gedung: datar, bertingkat. Dana yang tersedia untuk pembelian/penyewaan alat-alat material handling. Perlu pengambilan keputusan ekonomis investasi pada aktiva tetap: kegunaannya, penghematan jangka pangjang yang diakibatkan oleh penggunaan fasilitas tersebut. Perlu dipertimbangkan pula kemungkinan-kemungkinan perkembangan baru penggunaan alat-alat material handling, putusan penggantian, dan lain-lain. ORGANISASI PENGENDALISN BAHAN Urusan pengendalian bahan seyogyanya dispesialisasikan; paling tidak di bawah bagian produksi, atau teknik atau kogistik. Seperti halnya di PT. Semen Gresik, alat-alat besar ada di bawah bagian teknik, diproyek Karangkates ada di bawah bagian logistic. Seksi material handling merupakan seksi yang melayani kebutuhan bagian lainnya, terutama bagian produksi sehingga dapat meminimumkan biaya. Ini harus mendasarkan aktivitasnya pada apa yang disebut dasar UNIT LOADS, yaitu makin banyak satuan barang/beratnya barang yang dipindahkan dalam suatu kegiatan pengendalian bahan, makin rendahlah biaya tiap satuan/tiaap satuan berat dan makin pendeklah waktu yang diperlukan untuk memindahkan suatu volume tertentu. MACAM-MACAM ALAT PENGENDALIAN BAHAN Berbagai alat pengendalian bahan berbeda dalam harga, keuntungan dan kelemahan. Pimpinan tinggal memilih alat mana yang akan dipakai dalam perusahaannya dan ini merupakan putusan mengadakan investasi pada aktiva tetap. Criteria mengadakan investasi (dengan metode nilai sekarang dan hasil kembali investasi) dalam hal ini perlu diterapkan. Bagaimanapun, investasi pada alat pengendali bahan relative mahal. Perlu pertimbangan masak-masak demi efisiensi sekarang dan masa depan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Facebook BadgeDownload Tugas/LatihanDownload Paper/ArtikelLabels
Blog ArchiveAbout MeFollowers |
