Showing posts with label Jasa. Show all posts
Showing posts with label Jasa. Show all posts

Korelasi Peningkatan Mutu Serta Pengorbanan Biaya

1 comments

Mutu, atau lebih dikenal dengan kualitas memiliki peran penting dalam suatu aktivitas perekonomian, baik itu sektor produk maupun jasa.

Mutu sebagai suatu bentuk standarisasi yang secara tidak langsung ditetapkan oleh pelanggan menjadi tolak ukur kesuksesan penyedia. Hampir seluruh konsumen menempatkan kualitas daalam proses pengambilan keputusan pembelian mereka setelah faktor harga (cost). Hal ini dapat diartikan bahwa strategi pemasaran para penyedia haruslah difokuskan pada mutu produk mereka. Persaingan diantara masing-masing jenis usaha tidaklah lagi berkutat pada persaingan harga melainkan telah bergeser kepada bagaimana menyediakan produk/jasa yang berkualitas sehingga konsumen memilih untuk membeli/menggunakan produk mereka di banding produk pesaing.

Lalu bagaimanakah korelasi antara peningkatan mutu produk terhadap biaya/cost yang harus dikorbankan/dikeluarkan perusahaan?

Peningkatan mutu tentu saja bukanlah suatu hal yang kecil yang bisa dilakukan hanya dengan mengorbankan sedikit waktu, sedikit tenaga dan sedikit biaya. Perencanaan serta implementasi peningkatan mutu merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk jangka panjang. Artinya aktivitas peningkatan mutu membutuhkan waktu yang lama hingga para pelanggan bisa benar-benar menikmati produk yang bermutu tersebut. Perencanaan peningkatan mutu membutuhkan sumbang saran dari para pelanggan (biasa disebut harapan pelanggan) untuk mengetahui serta menyusun standarisasi mutu yang diinginkan pelanggan mengenai produk yang dibuat. Penelitian pendahuluan diperlukan guna mendapatkan informasi tersebut, sebelum pada akhirnya para produsen bisa merancang dan mengimplementasikan mutu tersebut pada produk yang mereka buat. Karena itulah pengembangan mutu membutuhkan pengorbanan waktu dan biaya yang cukup besar. Hal inilah yang terkadang menjadi pertimbangan utama bagi suatu produsen yang memang tidak memfokuskan mutu sebagai sales value mereka. Sehingga ketika mereka mengetahui bahwa produk mereka tidak begitu laku di pasaran, dan mereka mulai mengetahui bahwa produk mereka tidak memenuhi harapan dari para pengguna produk tersebut dan konsumen lebih memilih produk sejenis yang diciptakan perusahaan pesaing, dan akhirnya mereka menyimpulkan bahwa produk mereka “tidak bermutu”.

Terkadang para produsen berfikir dua kali, tiga kali, bahkan seribu kali untuk menerapkan quality focus pada produk mereka, terkait besarnya investasi yang harus dikeluarkan. Hal ini tentu saja akan menjadi boomerang bagi perusahaan itu sendiri, karena produk yang tidak berkualitas akan kalah bersaing di pasaran.

Beberapa dari produsen tersebut mengatakan “peningkatan kualitas akan berdampak pada peningkatan biaya produksi, dan tentu saja hal itu akan meningkatkan harga jual produk tersebut. Dan ini akan menjadi kelemahan produk kami di mata konsumen, karena produk kami dianggap mahal”.

Perlu diketahui bahwa pandangan tersebut adalah benar-benar salah…dan itu merupakan konsep produksi tradisional, yang harusnya sudah tidak lagi digunakan dalam dunia produksi.

Peningkatan kualitas produk sudah barang tentu menjadi nilai tambah bagi produk/jasa yang kita jual. Ingat, konsumen tidak lagi menempatkan harga di posisi pertama dalam pertimbangan pengambilan keputusan pembelian mereka, melainkan kualitas. Oleh karena itu, pada beberapa kasta konsumen akan berani membayar lebih mahal guna mendapatkan dan menikmati produk yang dijual. Sebagai contoh, para eksekutif muda akan berani membayar lebih mahal untuk tiket kelas eksekutif bagi penerbangan bisnis mereka. Tentu saja mereka ingin menikmati kenyamanan penerbangan mereka seperti bangku yang lebih luas, penawaran makanan yang lebih variatif, dan banyak lagi. Selain itu, produk berkualitas akan bisa menjaga hubungan baik antara produsen dan konsumen, dalam hal ini penggunaan kembali produk tersebut. Konsumen yang sudah merasa puas terhadap produ/pelayanan yang mereka anggap telah memenuhi harapan mereka sudah barang tentu akan menggunakan lagi produk tersebut dan enggan untuk mencoba produk yang lain. Hal ini akan menjadikan pelanggan tersebut pelanggan yang loyal, selama produsen tetap menjaga kualitas produk mereka. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah diperlukan lebih banyak biaya untuk mendapatkan pelanggan baru dibandingkan untuk mempertahankan pelanggan lama, masuk akal bukan.

Ingatlah, peningkatan mutu bukan berarti penurunan keuntungan penjualan. Peningkatan kualitas justru dapat meningkatkan penjualan. Pengorbanan biaya yang besar bukanlah tak terbayar. Dengan produk yang berkualitas akan banyak konsumen-konsumen baru, akan bertambah para pelanggan loyal, maka menurunlah biaya promosi/pemasaran, dan sudah barang tentu, peningkatan keuntungan!

Oleh karena itu, sudah saatnya Anda menjual kualitas!!!

Read On

Bauran Pemasaran Jasa (Service Marketing Mix)

0 comments

Dinamika hamper semua pasar jasa telah berubah. Tingkat kompetensi yang rendah telah mengarah kepersaingan yang ketat dan intens. Dalam kondisi pasar yang semakin kompetitif, pemasaran telah menjadi kunci pembeda antara kesuksesan dan kegagalan perusahaan. ditinjau dari fungsinya, pemasaran memiliki tiga komponen unci (Paybe, 2000: 28), yakni:

Bauran pemasaran, yakni unsure-unsur atau elemen-elemen internal penting yang membentuk program pemasaran sebuah organisasi
Kekuatan paar peluang dan ancaman eksternal dimana operasi-operasi pemasaran sebuah irganisasi berinteraksi, dan
Proses penyelarasan proses strategic dan manajerial untuk memastikan bahwa bauran pemasaran dan kebijakan-kebijakan internal layak bagi kekuatan pasar.

Bauran pemasaran merupakan satu dari sekian konsep yang paling universal yang telah dikembangkan dalam pemasaran. Meningkatnya perhatian pada aplikasi pemasaran dalam sector jasa telah mengarah pada pertanyaan apa saja komponen-komponen atau unsure-unsur kunci bauran pemasaran jasa.
Langkah awal dalam merumuskan dan mengembangkan program-program pemasaran strategis adalah menspesifikasikan tujuan-tujuan yang akan dicapai dan seluruh strategi pemasaran yang digunakan (Boyd, Walker dan Larreche, 2000: 21). Tujuan perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain dapat berbeda-beda. Tujuan perusahaan dapat berupa pencapaian volume penjualan yang tinggi, mendominasi pangsa pasar, meningkatkan keuntungan, dan sebagainya.
Setelah tujuan perusahaan dirumuskan dan ditetapkan, barulah dibuat program-program yang selaras dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan. salah satu program pemasaran yang dapat digunakan adalah program bauran pemasaran yang merupakan salah satu konsep penting dalam pemasaran yang menjadi elemen dari perencanaan pemasaran. Kotler dan Amstrong (2000: 47) menyatakan:
“Marketing mix as the set of controllable, tactical marketing tools that the firm blend to produce the response it wants in the target market”.

Mc Charty (dalam Smith, 1995: 18), mengartikan bauran pemasaran sebagai
“Marketing mix is one conceptual which helps to structure the approach to each marketing challenge”.

Dalam perumusan bauran pemasaran jasa perlu diperhatikan bahwa rumusan itu harus tepat pada pasar sasaran. Elemen-elemen bauran pemasaran seperti product, price, place, dan promotion dirasakan kurang memadai oleh para ilmuan dan praktisi, terutama bila produk itu berupa jasa. Booms dan Bitner dalam Rust, Zahorik dan Keiningham (1996: 10) menambahkan lagi 3 unsur bauran pemasaran, yaitu: people, physical evidence, dan process. Dengan demikian bauran pemasaran untuk jasa yang kita kenal sekarang terdiri dari 7P yaitu:
product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process.

Unsur-Unsur Bauran Pemasaran

Bauran Pemasaran Tradisional
Produk (Product), merupakan barang fisik, jasa, ataupun kombinasi keduanya, yang ditawarkan kepada sasaran. Produk merupakan elemen marketing mix yang pertama kita ketahui, untuk dapat menyusun bauran pemasaran selanjutnya yang sesuai dengan jenis produk tersebut.

Harga (Price), merupakan sejumlah uang yang harus dikeluarkan konsumen untuk memperoleh produk/jasa hasil perusahaan. Dalam mempertimbangkan harga harus diperhatikan tingkat permintaan produk/jasa, perkiraan biaya produksi/operasional, harga produk pesaing, situasi, dan kondisi persaingan seta pasar sasaran.

Tempat Pelayanan (Place), merupakan perencanaan dan pelaksanaan program penyaluran produk melalui lokasi pelayanan yang tepat pada waktu yang tepat dan dengan jumlah yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Promosi (Promotion), merupakan kombinasi dari variable-variabel periklanan, penjualan tatap muka. Promosi penjualan, dan publikasi yang dilakukan perusahaan dalam upaya mengkomunikasikan produk dengan para konsumen.

Bauran Pemasaran Non-Tradisional
Sumber daya manusia (Human Resource), merupakan orang-orang yang terlibat langsung dalam menjalankan segala aktivitas perusahaan dan merupakan factor yang memegang peranan penting bagi semua organisasi. Dalam perusahaan jasa, unsure people ini bukan hanya memainkan peranan penting dalam bidang produksi atau operasional saja, tetapi juga dalam melakukan hubungan kontak langsung dengan konsumen. Perilaku orang-orang yang terlibat langsung ini sangat penting dalam mempengaruhi mutu jasa yang ditawarkan dan image perusahaan jasa yang bersangkutan.

Sarana Fisik (Physical Evidence), merupakan suatu hal yang secara nyata ikut mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dan menggunakan produk jasa yang ditawarkan. Unsure-unsur yang termasuk dalam physical evidence antara lain lingkungan fisik, dalam hal ini bangunan fisik, peraalatan, perlengkapan, logo, warna dan barang-barang yang disatukan dengan service yang diberikan seperti tiket, sampul, label dan sebagaina.

Proses (Process), merupakan suatu upaya perusahaan dalam menjalankan dan melaksanakan aktifitasnya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya secara cepat dan tepat. Untuk perusahaan jasa kerjasama antara marketing dan operasional sangat penting dalam elemen proses ini.
Read On