|
Showing posts with label Mekatronika. Show all posts
Showing posts with label Mekatronika. Show all posts
AUTOMATION (OTOMATISASI)1 commentsBila kita berbicara mengenai automation, maka banyak orang yang berfikir tentang pemindahan secara mekanis bahan-bahan atau barang-barang dari suatu mesin ke mesin yang lain. Walaupun ini merupakan sebagian dari automation, tetapi prinsip ini belumlah lengkap, karena ini merupakan mekanisasi dalam pemindahan yang menggunakan transfer machines. Automation adalah perkataan yang berasal dari Delmar. S. Harder dari Ford Motor Company untuk menyatakan suatu perpindahan yang otomatis dan terarah sifatnya dari kegiatan yang satu ke kegiatan yang lain berikutnya. Adapun inti dari konsep automation adalah adanya prinsip umpan balik (feed back), yaitu kemampuan daripada mesin untuk merasa, mengetahui dan membutuhkan kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan pada waktu hal itu terjadi. Prinsip inilah yang membedakan antara mechanization dengan automation. Jadi dari keterangan di atas dapatlah diketahui bahwa automation sebenarnya menggambarkan pemindahan bahan dalam proses atau parts dari satu mesin ke mesin berikutnya secara otomatis yang bersifat selektif di mana ada sistem feed back. Misalnya mesin B yang sebenarnya dapat meneruskan bahan dalam proses atau part ke mesin C yang berikutnya, akan tetapi apabila terdapat kesalahan maka secara otomatis bahan atau part tersebut disisihkan atau diapkir dan tidak diteruskan ke mesin C. Prinsip/sistem feed back dalam automation seperti telah dikatakan membuat mesin tersebut dapat merasakan, menemukan dan mengoreksi kesalahan-kesalahan yang timbul pada waktu barang-barang diproses atau dibuat pada mesin itu. Alat feed back ini dipasang pada mesin-mesin yang mekanis sehingga mesin tersebut mengetahui adanya kesalahan dan apa kesalahan yang ada tersebut. Kesalah pahaman yang timbul mengenai penggunaan automation Terdapat banyak pengertian yang salah mengenai automation, antara lain:
Kebaikan atau dampak automation bagi masyarakat atau konsumen pada umumnya adalah:
Pengaruh Automation Terhadap Manajemen Bagaimanapun juga automation akan menimbulkan masalah-masalah atau kesukaran-kesukaran tertentu bagi manajemen, antara lain:
Dari uraian di atas dapatlah kita ketahui bahwa penggunaan automation memerlukan ketelitian, ketepatan dan kecermatan dalam penyelidikan, perencanaan dan analisis serta tingkat kemampuan manajemen yang jauh lebih tinggi di samping tingkat kemampuan teknis, karena keadaan peralatan dan persoalan-persoalan yang dihadapai lebih rumit serta resiko yang dapat ditimbulkan lebih besar. Oleh karena itu, maka dalam penggunaan automation ini perlu diperhatikan oleh perusahaan:
Pencahayaan Pabrik1 commentsSalah satu factor yang mungkin penting dari lingkungan kerja yang dapat memberikan kepuasan dan produktivitas kepada pegawai/karyawan ialah adanya penerangan yang baik. Penerangan yang baik dalam suatu pabrik/perusahaan akan membantu terciptanya suatu tempat kerja yang aman, membantu dalam melaksanakan kegiatan serta membantu dalam menghemat baik penglihatan maupun tenaga serta membantu dalam memberikan semangat bekerja. Efisiensi seorang operator dari tepat tidaknya dia melihat apa yang dia kerjakan, dan oleh karena itu perlu diadakan perencanaan dan pemeliharaan mengenai system penerangan dalam pabrik, sehingga dapat menambah keefektifan bekerja para pekerja dan dapat memberikan keamanan yang lebih besar dibanding tempat yang intensitas cahayanya kurang (gelap).
Telah banyak dilakukan percobaan-percobaan untuk membuktikan adanya hubungan antara output dan penerangan yang baik seperti apa yang telah diadakan oelh Hawthorne Plant of Western Electric Company, Inc, dimana telah diperkirakan bahwa dengan bertambah baiknya penerangan maka produktivitas akan meningkat. Akan tetapi percobaan-percobaan ini umumnya gagal untuk menunjukkan berapa besar kenaikan hasil (output yang diakibatkan oleh perbaikan penerangan yang ada. Walaupun hubungan antara hasil (output) dan penerangan yang baik sukar diukur, tetapi ada beberapa yang dapat dihitung dari pertambahan produksi yang langsung dipengaruhi oleh perbaikan penerangan. Hal ini sesuai dengan laporan-laporan yang menyatakan terdapatnya efektivitas dari penerangan yang cukup baik pada output seperti: Pabrik tekstil memperoleh pertambahan output sebesar 9 persen dan mengurangi biaya pembetulan/perbaikan sebesar 33 persen. Ciri Penerangan yang Baik (Good Lighting) Sinar yang tidak berkilau atau menyilaukan. Objek yang dilihat harus bebas dari sinar/cahaya yang menyilaukan. Cahaya yang menyilaukan ini dapat datang langsung dari sumber cahaya atau dari pantulan cahaya. Lampu-lampu yang tidak memakai pelindung (kap) dan lampu-lampu yang dilindungi secara tak tepat merupakan penyebab dari munculnya cahaya yang menyilaukan. Untuk mengurangi cahaya yang menyilaukan yaitu dengan cara menambah ketinggian objek yang dapat memantulkan kembali cahaya tersebut serta dengan memasang pelindung lampu dengan posisi yang tepat. Selain itu, para manajer harus mampu melakukan perbaikan tata letak fasilitas kerja yang disesuaikan dengan kondisi pencahayaan ruangan agar tidak mengganggu pekerja akibat penerimaan cahaya yang kurang atau akibat pantulan cahaya yang menyilaukan. Tidak terdapat kontras yang tajam. Setiap bagian (part) dari suatu objek akan dapat mudah dibedakan dengan bagian-bagian lain dan dari latar belakang sekelilingnya dalam terangnya cahaya yang diperlukan, bila bagian itu dapat dilihat dengan mudah. Hendaknya kita harus membuat kontras sedemikian rupa di antara satu objek dengan yang lainnya serta latar belakang yang terdekat untuk dapat dengan mudah membedakannya. Akan tetapi diusahakan agar kontrase tersbut tidak merupakan suatu kontras yang tajam, karena dapat mengakibatkan kelelahan mata yang berlebihan. Untuk mengatasi hal ini perlu dilakukan penambahan tingkat penerangan cahaya pada tempat yang terjadi kontras yang berlebihan. Cahaya terang. Terangnya cahaya yang diperlukan oleh suatu benda bergantung pada banyaknya cahaya yang dipantulkan dari benda tersebut ke mata pengamat/penglihat. Banyaknya cahaya terang yang dibutuhkan untuk dapat melihat dengan baik dan teliti adalah jauh lebih besar daripada banyaknya cahaya yang diperlukan untuk memungkinkan dapat lekas bertindak (bekerja berdasarkan kecerdikan saja). Penglihatan ke suatu bagian sering bergantung dari perbedaan cahaya yang terang di antara bagian tersebut dengan latar belakangnya (kontras). Perbedaan terangnya ini dapat dinyatakan sebagai rasio atau perbandingan terangnya cahaya. Semakin besar rasio kontras yang tercipta, maka akan memudahkan pekerja dalam melakukan pengamatan terhadap benda tersebut. Untuk itu, penerangan hendaknya mempunyai cahaya terang yang relatif seragam. Distribusi Cahaya, Bayangan, dan Pemancaran Cahaya yang Merata. Pada umumnya distribusi penerangan yang merata akan sangat membantu untuk terciptanya fleksibilitas lay out ruang kerja. Penerangan yang tidak merata atau buram dapat menyebabkan mata lelah karena harus sering melakukan penyesuaian terhadap kondisi ruangan yang memiliki cahaya tidak merata. Di satu sisi mata melihat bagian yang terang, namun di sisi lain mata harus menyesuaikan saat melihat bagian yang gelap. Banyaknya cahaya yang dipancarkan bervariasi antara bagian-bagian yang ada sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan. Pekerjaan seperti pembukuan dan tugas-tugas yang membutuhkan penglihatan yang kritis membutuhkan pemancaran cahaya yang tinggi. Sedangkan untuk tugas-tugas yang focus dengan penglihatan membutuhkan pemancaran cahaya yang lebih tinggi. Penerangan yang terarah akan membantu menentukan tempat penyimpangan atau kesalahan dan kerusakan. Warna yang sesuai. Warna memiliki peranan yang penting dalam menciptakan suatu kondisi lingkungan kerja yang kondusif. Penggunaan warna yang sesuai dengan psikologis lingkungan kerja adalah sangat baik mengingat pekerjaan yang dilakukan menghabiskan waktu yang sama pada tempat atau lokasi yang tetap. Selain itu, penggunaan warna yang tepat juga dapat mengurangi pantulan-pantulan cahaya atau cahaya-cahaya yang pudar akibat warna yang tidak terang. Dengan demikian, perlu dilakukan penyesuaian antara warna yang diruangan dengan kondisi kerja yang ada.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Facebook BadgeDownload Tugas/LatihanDownload Paper/ArtikelLabels
Blog ArchiveAbout MeFollowers |
